PENAMUSLIM

“Magnet” Itu Bernama Cinta

14 Maret 2008 · & Komentar

Saya teringat ketika masa-masa tahun ke-dua kuliah saya di Surabaya. Belantika film Indonesia yang katanya selama ini sedang “tidur” tiba-tiba dikejutkan dengan film yang berjudul Ada Apa dengan Cinta. Film ini berhasil menyedot jutaan penonton. Bahkan dalam pemutaran perdananya di 5 kota di Indonesia semua tiket habis terjual seolah-olah kehadiranya memang sudah ditunggu-tunggu. Memang, populeritas film ini tidak bisa dipisahkan dengan lagu yang menjadi original sountrack dengan judul yang sama garapan dari Melly Guslow bersama suami tercintanya Antoe Hoed yang lebih dulu dipublish ke masyarakat.

Fenomena ini terulang lagi saat ini dengan munculnya film Ayat-ayat Cinta. Setelah banyaknya pro-kontra dengan film-film horror dan yang berbau pornografi, seolah film ini menjadi jawaban yang ditunggu oleh jutaan masyarakat Indonesia yang selama ini lebih sering disuguhi dengan pocong, sundel bolong dan jenis hantu yang lain.

Film AAC (singkatan dari Ayat-ayat Cinta) menjadi perhatian jutaan masyarakat Indonesia juga tidak bisa terlepas dari novel yang menjadi inspired dari film ini. Novel AAC banya memperoleh penghargaan di era tahun 2005-an dan menjadi best seller sampai sekarang di toko-toko buku di Indonesia.

Saya tidak akan banyak mengomentari lagu AADC Melly Guslow yang membuat film AADC pepuler. Tidak juga berkomentar tentang novel AAC.

Saya lebih tertarik dengan kemiripan kata pada judul kedua film ini. Ya, kata cinta. Kedua judul film ini menggunakan kata cinta. Betapa kuatnya kata ini seperti magnet yang membuat banyak orang tertarik dengan kedua film ini.

Terkadang kita memaknai kata ini dengan makna yang sempit dan terbatas. Begitu pula dalam beberapa film di Indonesia yang bertemakan cinta. Cinta dalam kedua film ini masih berkutat dengan cinta dua lawan jenis yang sedang jatuh atau lagi putus cinta. Namun melupakan cinta kepada “yang lain”. Jujur, saya kurang tertarik dengan kedua film ini. Meski saya sempat menonnton AADC dilayar kaca dan sempat sepintas melirik monitor laptop teman saya ketika sedang menonton film AAC dengan VCD bajakannya.

Saya lebih suka dengan film mengejar matahari yang bercerita tentang persahabatan atau film GIE yang bercerita tentang idealisme sekelompok mahasiswa untuk kritis terhadap pemerintah..

Banyak orang yang seakan-akan tidak menjumpai “nafas” cinta dalam film Mengejar Matahari dan GIE tersebut. Padahal menurut saya, nafas cinta yang sesungguhnya adalah nafas cinta yang terdapat pada kedua film kesukaan saya ini. Dan saya sangat setuju ketika sekitar tahun 2006 film GIE meraih penghargaan sebagai film terbaik di Festitival Film Indonesia. Meski GIE tidak bisa menyedot jumlah penonton sebanyak AADC maupun AAC mungkin karena tidak terdapat kata cinta pada judulnya atau memang tidak bercerita tentang dua lawan jenis yang lagi jatuh cinta.

Semoga akan banyak film-film atau karya satra lain yang tidak hanya bertemakan cinta kepada lain jenis saja tetapi cinta kepada yang lain. Cinta kepada orang tua, cinta kepada sahabat, cinta kepada binatang, juga cinta kepada Dzat yang membuat cinta itu ada. (use)

Tulisan ini juga bisa dijumpai di: aslibojonegoro

Kategori: Film

5 tanggapan so far ↓

  • Harian Sa // 14 Maret 2008 pada 5:16 pm | Balas

    Hmm… apa enaknya blog ini jadi PENA CINTA aja yah? Kayaknya bakalan lebih kuat magnetnya :D

  • inoors // 31 Maret 2008 pada 9:51 am | Balas

    Penulisnya dah pernah jatuh cinta belum ya…..?

  • Na2nk // 1 April 2008 pada 8:33 am | Balas

    Wah wah….. ada aja yang dibahas ama USE ini. Setelah tarif nol koma sekarang bahas AAC.

    Jangan-jangan penulisnya lg ngefans ma someone dan tdk tersampaikan yach….

    Sabar men….. dunia tak selebar daun kelor. Mati satu masih ada yang lain Ok

  • Lintang Parahening // 31 Mei 2008 pada 5:06 pm | Balas

    saya nggak nger cinta itu apa

    tolong donk, definisikan cinta..?? :)

    menurut aku, cinta itu nggak bisa di definisikan dalam partikular kata. ia adalah satu kesatuan dalam jiwa yang mengejawantah lewat perbuatan dan perhatian. menurut anda???

  • fadli fabio unsoed // 13 Juli 2008 pada 11:12 am | Balas

    @ Lintang Parahening.
    Aneh..itu sampean ngerti mba?? keprihow toh??

Tinggalkan sebuah Komentar