<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Ust. Rahmat Abdullah</title>
	<atom:link href="http://penamuslim.wordpress.com/2008/04/16/ust-rahmat-abdullah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://penamuslim.wordpress.com/2008/04/16/ust-rahmat-abdullah/</link>
	<description>Dengan Pena Menggores Sejarah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Dec 2009 07:29:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Harian Sa</title>
		<link>http://penamuslim.wordpress.com/2008/04/16/ust-rahmat-abdullah/#comment-55</link>
		<dc:creator>Harian Sa</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 04:05:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://penamuslim.wordpress.com/?p=48#comment-55</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Rahmat Abdullah&lt;/strong&gt; beberapa masa silam bagiku hanyalah sebuah nama. Tak lebih. Mungkin hanya sekali dua kali sempat membaca tulisanmu di media Islam. Tak beda dengan penulis lainnya.

Sampai kemudian Sabili menyebutmu &lt;strong&gt;Syaikhut Tarbiyah&lt;/strong&gt;. Ah siapakah orang ini? Aku jadi tertarik mengenalmu lebih jauh. O engkau adalah ustadz yang juga budayawan, hanya begitu kira-kira yang aku ketahui. Kemudian Allah memanggilmu. Ternyata begitu banyak yang merasa kehilanganmu. Aku jadi semakin ingin tahu.

Sejak itu setiap iris informasi yang kutemui tentangmu aku cerna dalam-dalam. Hingga kini bagiku engkau adalah sebuah titik yang koordinatnya telah aku catat baik-baik. Engkaulah &lt;strong&gt;Sang Murobbi&lt;/strong&gt;, Syaikhut Tarbiyah. Teladan umat ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Rahmat Abdullah</strong> beberapa masa silam bagiku hanyalah sebuah nama. Tak lebih. Mungkin hanya sekali dua kali sempat membaca tulisanmu di media Islam. Tak beda dengan penulis lainnya.</p>
<p>Sampai kemudian Sabili menyebutmu <strong>Syaikhut Tarbiyah</strong>. Ah siapakah orang ini? Aku jadi tertarik mengenalmu lebih jauh. O engkau adalah ustadz yang juga budayawan, hanya begitu kira-kira yang aku ketahui. Kemudian Allah memanggilmu. Ternyata begitu banyak yang merasa kehilanganmu. Aku jadi semakin ingin tahu.</p>
<p>Sejak itu setiap iris informasi yang kutemui tentangmu aku cerna dalam-dalam. Hingga kini bagiku engkau adalah sebuah titik yang koordinatnya telah aku catat baik-baik. Engkaulah <strong>Sang Murobbi</strong>, Syaikhut Tarbiyah. Teladan umat ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
