Perkembangan teknologi modern, mulai penemuan mesin uap hingga perangkat mobile, terbukti dapat mengubah cara manusia bergerak, bergaul, bepergian, belajar, bekerja dan berbisnis. Demikian pula dengan kehadiran teknologi internet. Dalam perkembangan mutakhir, teknologi internet ini sedang bersiap, bahkan dibeberapa negara telah demikian, menjadi global lifestyle baru menyusul sukses teknologi mobile di pasar dunia.
Penemuan dunia baru (baca: dunia maya) dengan medium internet disebut banyak pihak jauh lebih spektakuler dari penemuan benua baru berabad silam. Semakin hari jumlah pengguna internet semakin bertambah dengan cepat, apalagi ditunjang dengan harga perangkat dan layanan akses yang semakin murah.
Kemudahan, kecepatan dan harga yang murah dalam berkomunikasi dan menyebarkan informasi yang ditawarkan oleh media internet telah disambut oleh berbagai pihak dengan penuh antusias. Institusi sosial, bisnis, hiburan dan pendidikan telah merasakan manfaat internet bagi pengembangan bidang masig-masing. Muncullah istilah e-commerce, e-learning sampai dengan e-goverment (ingat juga e-mail). Sedangkan konten hiburan, seperti di media lainnya, lagi-lagi menjadi primadona yang terus merajalela membanjiri kanal-kanal penyedia layanan internet. Game online dan konten porno adalah hal yang mudah dipasarkan, bahkan banyak orang secara aktif mencarinya.
Tak pelak, perkembangan internet menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Ada institusi yang memasukkannya sebagai bagian baru dari budaya organisasinya. Ada pula yang menolaknya mentah-mentah dan menuding internet sebagai biang penyebab kerusakan prilaku. Memang teknologi seringkali seperti pisau, bisa untuk menyembelih hewan quran tapi bisa juga dipakai membunuh.
Nah, bagaimana dan apa yang terjadi jika pisau internet ini ada di tangan da’i, ustadz, kiai, muballigh dan pegiat dakwah lainnya?
(insya Allah bersambung, jika sudah ada yang komen atas artikel ini
- Harian Sa -

1 response so far ↓
bundaihsan // 18 Oktober 2008 pada 11:04 pm |
Kakak Harian!!
Ayo dong buruan bikin sambungannya. Ihsan Sa ga sabar nih. Semangat! Semangat!