<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PENAMUSLIM &#187; Ayo Menulis</title>
	<atom:link href="http://penamuslim.wordpress.com/category/ayo-menulis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://penamuslim.wordpress.com</link>
	<description>Dengan Pena Menggores Sejarah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Dec 2008 19:46:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='penamuslim.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/180eba360244cdbc254e326ff7575d9e?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>PENAMUSLIM &#187; Ayo Menulis</title>
		<link>http://penamuslim.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://penamuslim.wordpress.com/osd.xml" title="PENAMUSLIM" />
		<item>
		<title>Muhammad Natsir Menulis</title>
		<link>http://penamuslim.wordpress.com/2008/02/10/muhammad-natsir-menulis/</link>
		<comments>http://penamuslim.wordpress.com/2008/02/10/muhammad-natsir-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Feb 2008 02:05:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayo Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Para Pejuang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penamuslim.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Kita sering termangu, mendengar kiprah dan karya para tokoh pejuang Islam. Prestasi dan jejak juangnya melampui usia biologisnya. Kali ini mari kita susuri sejenak sekelumit langkah dari perjalanan panjang seorang pejuang Islam yang dekat dengan kita, tidak jauh-jauh ya di Indonesia ini saja, meski berselisih beberapa generasi.
Adalah DR. Muhammad Natsir, seorang ulama pejuang, yang menulis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&blog=2602971&post=10&subd=penamuslim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kita sering termangu, mendengar kiprah dan karya para tokoh pejuang Islam. Prestasi dan jejak juangnya melampui usia biologisnya. Kali ini mari kita susuri sejenak sekelumit langkah dari perjalanan panjang seorang pejuang Islam yang dekat dengan kita, tidak jauh-jauh ya di Indonesia ini saja, meski berselisih beberapa generasi.</p>
<p>Adalah <a title="Sekilas DR. Muhammad Natsir" href="http://penamuslim.wordpress.com/2008/02/21/sekilas-dr-muhammad-natsir/" target="_blank">DR. Muhammad Natsir</a>, seorang ulama pejuang, yang menulis banyak artikel dan buku di tengah-tengah padatnya aktivitas perjuangan, politik dan pemerintahan serta dakwah dan pembinaan umat. Diantara tulisannya adalah<span id="more-10"></span></p>
<ol>
<li><em>Fiqhud Da&#8217;wah</em> (Fikih Dakwah)</li>
<li><em>Ikhtaru Ahadas Sabilain</em> (Pilih Salah Satu dari Dua Jalan)</li>
<li>Shaum (Puasa)</li>
<li><em>Al-Maratul Muslimah Wa Huququha</em> (Hak-Hak Wanita Muslimah)</li>
<li><em>Al-Hadhoroh Al-Islamiyah</em> (Peradaban Islam)</li>
<li><em>Al-Bina&#8217; Wasthal Anqadh</em> (Membangun di Tengah Reruntuhan)</li>
<li><em>At-Tarkib At-Thabaqi lil Mujtama&#8217;</em> (Struktur Sosial Masyarakat)</li>
<li><em>Ats-Tsaurah Al-Indunisia</em> (Revolusi Indonesia)</li>
<li><em>Qadhiyatu Falisthin</em> (Masalah Palestina)</li>
<li><em>Hal Yumkinu Fashlud Din &#8216;Anis Siyasah?</em> (Mungkinkah Agama Dipisahkan dari Politik?)</li>
<li><em>Ishamul Islam Fil Silmi Al-&#8217;Alami</em> (Sumbangsih Islam pada Perdamaian Internasional)</li>
<li><em>Al-Mal Was Sulthah Wal Mal Amanatun</em> (Harta dan Kekuasaan adalah Amanah)</li>
<li><em>Ibdzarul Budzur</em> (Taburlah Benih)</li>
<li><em>Al-Islam Wan Nashraniyah Fi Indunisia</em> (Islam dan Kristen di Indonesia)</li>
<li><em>Thuba Lil Ghuraba</em> (Berbahagialah Orang-Orang yang Terasing)</li>
<li><em>Al-Yadul Lati Lam Yataqabbalaha Ahad</em> (Tangan yang Belum Dicium oleh Seorang pun)</li>
<li><em>Al-Iman Mashdarul Quwwah Azh-Zhahirah Wal Bathinah</em> (Iman Sumber Kekuatan Lahir Batin)</li>
<li><em>Al-Khaufu Wal Isti&#8217;mar</em> (Ketakutan dan Penjajahan)</li>
<li><em>Hina La Yastajabud Du&#8217;a</em> (Ketika Do&#8217;a Tidak Dikabulkan)</li>
<li><em>Ad-Dinu Wal Akhlaq</em> (Agama dan Moral)</li>
<li><em>Ad-Da&#8217;atu Wal Inma</em> (Dakwah dan Perkembangan)</li>
<li><em>Khutbah Idul Fithri</em></li>
<li><em>Ma&#8217;al Ilam Nahwa Indunisia Al-Mustaqbalah</em> (Bersama Islam Menuju Indonesia Masa Depan)</li>
<li><em>Tahta Zhilalir Risalah</em> (Dibawah Naungan Risalah)</li>
<li><em>Zayyinud Dunya bi A&#8217;malikum Wa adhiul &#8216;Ashra bi Imanikum</em> (Hiasai Dunia dengan Amal Kalian dan Sinari Masa dengan Iman Kalian)</li>
<li><em>Ahyu Ruhul Mitsaliyah Wat Tadhiyah Marratan Ukhra</em> (Hidupkan Kembali Semangat Keteladanan dan Pengorbanan)</li>
<li><em>Al-Islam Wa Hurriyatul Fikr</em> (Islam dan Kebebasan Berpikir)</li>
<li><em>Al-Islam Ka asasid Daulah</em> (Islam Sebagai Dasar Negara)</li>
<li>Islam Sebagai Idiologi</li>
<li><em>Al-Qalaqur Ruhi Fi Diyaril Gharb</em> (Kegelisahan Batin di Negeri-Negeri Barat)</li>
<li><em>Al-Masjid Wal Qur&#8217;an Wal Indhibath</em> (Masjid, Qur&#8217;an dan Kedisiplinan)</li>
<li><em>Ats-Tsaqafah Al-Islamiah</em></li>
</ol>
<p><em>Dikutip dari buku&#8221;Mereka Yang Telah Pergi&#8221;</em></p>
<p><em>Subhanallah, </em>banyak sekali. Tapi itu belum semua. Natsir juga rajin menulis untuk majalah terkemuka seperti Pembela Islam, Panji Islam, Al Manar dan Pedoman Masyarakat.<br />
Dalam tulisan-tulisannya di media massa, Natsir membela dan mempertahankan Islam dari serangan kaum nasionalis yang kurang mengerti Islam seperti Ir. Sukarno dan Dr. Sutomo. Khusus dengan Sukarno, Natsir terlibat polemik hebat dan panjang antara tahun 1936-1940an tentang bentuk dan dasar negara Indonesia yang akan didirikan. Natsir menolak ide sekularisasi dan westernisasi ala Turki di bawah Kemal Attaturk dan mempertahankan ide kesatuan agama dan negara. Tulisan-tulisannya yang mengeritik pandangan nasionalis sekuler Sukarno ini kemudian dibukukan bersama tulisan lainnya dalam dua jilid buku Capita Selecta.</p>
<blockquote><p><em>Soekarno :</em><br />
&#8230; apa yang telah diutarakan saudara Natsir sebelumnya sungguh menarik. Hanya saja saya berpendapat bahwa di dalam memahami ajaran agama, kita perlu menggunakan akal / rasio. Sebagai contoh, menurut ajaran Islam, kalau seorang Muslim anggota badannya terjilat oleh anjing, maka untuk menghilangkan najis akibat air liur anjing tersebut, anggota badan tersebut harus dibasuh 7 kali, salah satunya dengan menggunakan debu/tanah. Menurut hemat saya, apabila ajaran ini kita pahami dengan rasio, saya rasa akan lebih baik jika anggota badan tersebut dibasuh beberapa kali, lalu di sabun dan diberi &#8216;karbol&#8217;. Saya rasa ini akan lebih hiegenis.</p>
<p><em>Natsir :</em><br />
Buah pikiran yang telah dikemukakan saudara Soekarno memang menarik untuk direnungkan. Akan tetapi menurut pemahaman saya sebagai seorang Muslim, yang lebih baik adalah: bagian anggota badan tersebut tetap dibasuh 7 kali, dan salah satunya tetap menggunakan tanah, sehingga memenuhi syarat kesucian berdasarkan agama. Lalu boleh ditambahkan penggunaan sabun dan karbol, supaya memenuhi syarat berdasarkan kesehatan.</p></blockquote>
<p>Saat menulis di majalah Pembela Islam, Natsir menggunakan nama samaran A. Moechlis. Bukunya yang lain adalah Cultuur Islam (1936) ditulis oleh Muhammad Natsir bersama Porf. C.P. Wolf Kemal Schoemaker dalam bahasa Indonesia. Juga ada Mohammad als Proveet (1931), Gauden Regels Regels uit den Quran (1932) dan De Islamietische Vrouw en haar Recht (1933).</p>
<p>Dan itu semua juga belum semuanya. Meski kehidupan Muhammad Natsir banyak dihabiskan dalam perjuangan, pendidikan, politik, dakwah dan penjara, karya tulisnya tak surut apalagi berhenti. Mendidik masyarakat lewat tulisan-tulisannya yang bernas dan santun. Tulisannya, juga ceramah-ceramahnya, selalu dinanti dan diminati oleh umat yang merindukan kehidupan Islami.</p>
<p>Ternyata untuk bisa menulis, masalahnya bukan pada waktu dan kesempatan. Tapi pada&#8230;? Ah Anda jawab sendiri lah.</p>
<p>- <em>Harian Sa</em> -</p>
<div></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/penamuslim.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/penamuslim.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penamuslim.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penamuslim.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penamuslim.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penamuslim.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penamuslim.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penamuslim.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penamuslim.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penamuslim.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penamuslim.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penamuslim.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&blog=2602971&post=10&subd=penamuslim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penamuslim.wordpress.com/2008/02/10/muhammad-natsir-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a3ed16ccb507ffd0cea78706528168e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Harian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayo Menulis!</title>
		<link>http://penamuslim.wordpress.com/2008/01/24/ayo-menulis/</link>
		<comments>http://penamuslim.wordpress.com/2008/01/24/ayo-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 07:43:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayo Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penamuslim.wordpress.com/2008/01/24/ayo-menulis/</guid>
		<description><![CDATA[Dari huruf A sampai huruf Z  jumlahnya cuma 26. Tapi dari sejumlah kecil huruf ini telah tersusun ribuan buku tiap tahunnya. Itupun baru di Indonesia saja. Bisa jutaan buku jika dihitung di seluruh dunia. Luar biasa, modalnya cuma 26 huruf saja! Huruf-huruf disusun membentuk makna. Dari satu huruf saja makna sudah bisa terbentuk. Apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&blog=2602971&post=5&subd=penamuslim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dari huruf A sampai huruf Z  jumlahnya cuma 26. Tapi dari sejumlah kecil huruf ini telah tersusun ribuan buku tiap tahunnya. Itupun baru di Indonesia saja. Bisa jutaan buku jika dihitung di seluruh dunia. Luar biasa, modalnya cuma 26 huruf saja! Huruf-huruf disusun membentuk makna. Dari satu huruf saja makna sudah bisa terbentuk. Apa makna huruf berikut bagi Anda: a, <em>a</em>, A, <strong>A</strong>. Atau aaa&#8230;!<span id="more-5"></span></p>
<p>Menulis itu untuk menyampaikan makna pada orang lain, pada pembaca tulisan. Maksud penyampaian bisa bermacam-macam. Ada yang remeh, ada yang mulia. Ada yang menulis karena iseng, ada yang menulis untuk berjuang. Dakwah bisa juga lewat media tulisan. <em>Dakwah bil qolam</em>.</p>
<p>Huruf-huruf dari sebuah tulisan bisa menyusun sebuah keindahan cinta, keharuan pengorbanan, epik perjuangan, kesepakatan bisnis, nota revolusi  ataupun proklamasi kemerdekaan. Semuanya tersusun atas huruf-huruf yang sama.</p>
<p>Ayo menulis! Bukan karena &#8220;karena menulis maka aku ada&#8221;. Tapi karena &#8230; Karena apa coba?</p>
<p>- <em>Harian Sa</em> -</p>
<div></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/penamuslim.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/penamuslim.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penamuslim.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penamuslim.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penamuslim.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penamuslim.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penamuslim.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penamuslim.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penamuslim.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penamuslim.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penamuslim.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penamuslim.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&blog=2602971&post=5&subd=penamuslim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penamuslim.wordpress.com/2008/01/24/ayo-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a3ed16ccb507ffd0cea78706528168e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Harian</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>