
Merendahlah,
engkau kan seperti bintang-gemintang
Berkilau di pandang orang
Diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi
Janganlah seperti asap
Yang mengangkat diri tinggi di langit
Padahal dirinya rendah-hina
(Rahmat Abdullah)

Merendahlah,
engkau kan seperti bintang-gemintang
Berkilau di pandang orang
Diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi
Janganlah seperti asap
Yang mengangkat diri tinggi di langit
Padahal dirinya rendah-hina
(Rahmat Abdullah)
Kategori: Para Pejuang · Puisi
Ditandai: kh rahmat abdullah, sang murobbi, syaikhut tarbiyah
Rasanya tak cukup kata dan tinta untuk menuliskan lika-liku perjuangan para pahlawan Islam. Demikan juga dengan kiprah perjuangan Muhammad Natsir. Buya Hamka yang selain dikenal sebagai ulama juga seorang sastrawan, kita mengenal salah satu novelnya Dibawah Lindungan Ka’bah yang difilmkan, menulis sebuah puisi untuk pak Natsir.
Saat itu berlangsung Sidang Konstituante (1957). Pak Natsir berpidato di Sidang Konstituante memaparkan kelemahan sekularisme. Dikatakannya sekularisme sebagai paham tanpa agama (la diiniyah). Sekularisme adalah suatu cara hidup yang mengandung paham, tujuan, dan sikap hanya di dalam batas keduniaan. (lagi…)
Kategori: Para Pejuang · Puisi