<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pena Muslim</title>
	<atom:link href="http://penamuslim.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://penamuslim.wordpress.com</link>
	<description>Dengan Pena Menggores Sejarah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jan 2012 13:00:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='penamuslim.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pena Muslim</title>
		<link>http://penamuslim.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://penamuslim.wordpress.com/osd.xml" title="Pena Muslim" />
	<atom:link rel='hub' href='http://penamuslim.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cermat Memilih Lembaga Amil Zakat</title>
		<link>http://penamuslim.wordpress.com/2008/11/03/cermat-memilih-lembaga-amil-zakat/</link>
		<comments>http://penamuslim.wordpress.com/2008/11/03/cermat-memilih-lembaga-amil-zakat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 19:38:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pustaka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penamuslim.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Meski dalam artikel kemarin dimuat himbauan agar berzakat lewat Lembaga Amil Zakat (LAZ) dibandingkan dilakukan secara perorangan, tetap perlu dicermati LAZ yang mana yang tepat untuk menyalurkan zakat kita. Saat ini LAZ ada beraneka rupa. Pilihannya jadi banyak, tak hanya &#8230; <a href="http://penamuslim.wordpress.com/2008/11/03/cermat-memilih-lembaga-amil-zakat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&amp;blog=2602971&amp;post=88&amp;subd=penamuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-135" title="amil-zakat" src="http://www.agusharian.com/sa/wp-content/uploads/2008/09/amil-zakat.jpg" alt="" width="93" height="61" />Meski dalam artikel kemarin dimuat himbauan agar berzakat lewat Lembaga Amil Zakat (LAZ) dibandingkan dilakukan secara perorangan, tetap perlu dicermati LAZ yang mana yang tepat untuk menyalurkan zakat kita. Saat ini LAZ ada beraneka rupa. Pilihannya jadi banyak, tak hanya panitia zakat di masjid dekat rumah, juga LAZ yang bahkan kantornya tidak ada di kota/kabupaten tempat kita tinggal. Bila kita di pelosok Papua, kita dapat saja menitipkan zakat, infaq ataupun shodaqoh ke LAZ di Jakarta atau Surabaya. Tinggal transfer saja. Mudah.<span id="more-88"></span></p>
<p>Kembali saya kutip dari Ust. Ahmad Mudzoffar Jufri, MA. Berikut beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam memilih Lembaga Amil Zakat:</p>
<ol>
<li>Amanah dan terpercaya, baik bagi pihak muzakki (pembayar zakat) maupun mustahiq (penerima zakat).</li>
<li>Profesional dalam manajemen operasional pengelolaan maupun jajaran SDM-nya.</li>
<li>Transparan dan memenuhi kriteria standar audit.</li>
<li>Memiliki dewan syariah yang kompeten sebagai pengawal, pengawas, dan rujukan syar’i bagi lembaga dalam menunaikan amanat umat.</li>
<li>Berpengalaman panjang dalam bidang pengelolaan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Waqaf) dari umat dan untuk umat.</li>
<li>Memiliki wilayah jangkauan operasional yang luas.</li>
<li>Memenuhi unsur legal formal sebagai lembaga pengelola ZISWAF sehingga akan lebih leluasa dalam berkiprah ditengah-tengah masyarakat.</li>
</ol>
<br />Posted in Pustaka  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penamuslim.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penamuslim.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penamuslim.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penamuslim.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penamuslim.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penamuslim.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penamuslim.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penamuslim.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penamuslim.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penamuslim.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penamuslim.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penamuslim.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penamuslim.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penamuslim.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&amp;blog=2602971&amp;post=88&amp;subd=penamuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penamuslim.wordpress.com/2008/11/03/cermat-memilih-lembaga-amil-zakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a3ed16ccb507ffd0cea78706528168e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Harian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.agusharian.com/sa/wp-content/uploads/2008/09/amil-zakat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">amil-zakat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berzakatlah Lewat Lembaga Zakat</title>
		<link>http://penamuslim.wordpress.com/2008/10/20/berzakatlah-lewat-lembaga-zakat/</link>
		<comments>http://penamuslim.wordpress.com/2008/10/20/berzakatlah-lewat-lembaga-zakat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2008 19:41:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penamuslim.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Jika bagi sebagian orang uang sejumlah Rp 30.000 tidak cukup untuk sekali makan, tidak demikian halnya bagi 5.000an orang yang bersesakan di bawah terik panas, senin lalu (15/9) di depan sebuah musholla di sebuah gang di Kota Pasuruan, Jawa Timur. &#8230; <a href="http://penamuslim.wordpress.com/2008/10/20/berzakatlah-lewat-lembaga-zakat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&amp;blog=2602971&amp;post=90&amp;subd=penamuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-125" title="zakat" src="http://www.agusharian.com/sa/wp-content/uploads/2008/09/zakat.jpg" alt="" width="104" height="92" />Jika bagi sebagian orang uang sejumlah Rp 30.000 tidak cukup untuk sekali makan, tidak demikian halnya bagi 5.000an orang yang bersesakan di bawah terik panas, senin lalu (15/9) di depan sebuah musholla di sebuah gang di Kota Pasuruan, Jawa Timur. Ribuan massa dari berbagai tempat  itu datang sejak pukul 06.00 WIB, berharap mendapat pembagian zakat sebesar Rp 30.000 dari Haji Soikhon. Karena massa yang begitu banyak diputuskanlah oleh panitia untuk menurunkan zakat menjadi Rp 20.000 per orang. Setelah gerbang musholla dibuka pukul 09.00, maka dimulailah drama pilu itu. Karena jatuh dan terinjak-injak, 21 orang tewas dan 13 orang luka-luka.<em> Innalillahi wa inna ilaihi roji&#8217;un</em>. Dua puluh ribu rupiah, inikah harga sebuah nyawa?</p>
<p><span id="more-90"></span>Ternyata peristiwa itu dimanfaatkan oleh sebagian pihak untuk memojokkan Lembaga Amil Zakat. Katanya, ini bentuk ketidakpercayaan masyarakat terhadap Lembaga Amil Zakat. Bahkan saat sebuah TV lokal mewawancarai seorang muzakki (orang yang wajib bezakat), yang hendak melakukan pembagian zakat dengan cara serupa yang dilakukan oleh Haji Soikhon, berkata &#8220;Saya tidak percaya lembaga zakat. Saya lebih percaya sama Allah&#8221;. Hah! Lembaga Amil Zakat diversuskan Allah SWT? Yang benar saja!</p>
<p>Baiklah, saya tak akan berpanjang-panjang disini. Sekadar mengutip dari tulisan Ust. Ahmad Mudzoffar Jufri, MA mengenai beberapa keuntungan berzakat melalui lembaga zakat. Antara lain sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Pengelolaan zakat secara kolektif melalui lembaga merupakan alternatif yang lebih dekat dengan sistem ideal pengelolaan zakat dalam Islam. Karena dibawah naungan sistem pemerintahan Islam, zakat dikelola secara kelembagaan formal dari negara dan bersifat kolektif (bukan perorangan).</li>
<li>Membayar zakat melalui lembaga lebih praktis dan mudah, sehingga dia akan selalu bersemangat menunaikannya dan terjauhkan dari kemalasan membayar zakat seandainya dia harus menyerahkannya sendiri kepada para mustahiq. Sedemikian praktis dan mudahnya, dia bahkan bisa tinggal men-transfer zakatnya atau menunggu petugas untuk mengambilnya.</li>
<li>Dengan berzakat melalui lembaga, muzakki akan sangat diuntungkan dengan mendapatkan ilmu dan penjelasan tentang hukum-hukum zakat, termasuk akan dibantu dalam menghitung zakatnya sehingga terhindar dari kesalahan.</li>
<li>Dengan berzakat melalui lembaga, muzakki lebih bisa terhindar dari kemungkinan salah sasaran dalam mengalokasikan zakatnya.</li>
<li>Dengan berzakat melalui lembaga, daya guna dan nilai kemanfaatan zakat akan lebih besar ketika zakat teralokasikan secara lebih tepat menurut skala prioritas, dan ini akan meninggikan pahala yang akan diterima.</li>
<li>Dengan berzakat melalui lembaga, insya Allah muzakki akan lebih mampu menjaga hati dan keikhlasannya dibandingkan ketika membayarkan zakatnya secara langsung kepada mustahiq dimana ketika itu muzakki akan lebih besar kemungkinannya merasa dirinya lebih tinggi atau lebih baik.</li>
<li>Dengan berzakat melalui lembaga, seorang muzakki berarti telah turut serta memperkuat lembaga dana sosial Islam yang merupakan salah satu unsur pengokoh kondisi perekonomian ummat saat ini.</li>
<li>Sistem kelembagaan menjadikan kewajiban berzakat sebagai syiar yang akan meningkatkan semangat bagi yang telah berzakat sekaligus memberikan keteladanan dan dorongan bagi yang belum sadar zakat diantara kaum muslimin.</li>
<li>Sistem kelembagaan kolektif lebih efektif untuk menjadikan zakat sebagai basis ekonomi umat karena dana bisa terhimpun dalam jumlah besar dan dialokasikan secara proporsional, hal mana tidak terjadi jika zakat disalurkan secara perorangan.</li>
</ol>
<br />Posted in Ragam  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penamuslim.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penamuslim.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penamuslim.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penamuslim.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penamuslim.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penamuslim.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penamuslim.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penamuslim.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penamuslim.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penamuslim.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penamuslim.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penamuslim.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penamuslim.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penamuslim.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&amp;blog=2602971&amp;post=90&amp;subd=penamuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penamuslim.wordpress.com/2008/10/20/berzakatlah-lewat-lembaga-zakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a3ed16ccb507ffd0cea78706528168e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Harian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.agusharian.com/sa/wp-content/uploads/2008/09/zakat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">zakat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Taqobbalallahu Minna Wa Minkum?</title>
		<link>http://penamuslim.wordpress.com/2008/09/30/taqobbalallahu-minna-wa-minkum/</link>
		<comments>http://penamuslim.wordpress.com/2008/09/30/taqobbalallahu-minna-wa-minkum/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 21:50:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pustaka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penamuslim.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Saat Lebaran menjelang, tradisi diantara kita (di Indonesia) adalah saling memberikan ucapan selamat. Baik secara langsung maupun tidak. Media seperti kartu lebaran dan SMS menjadi pilihan untuk berkirim ucapan. Ada yang sekadar bilang Selamat Ied/Lebaran, yang lebih lengkap Selamat Hari &#8230; <a href="http://penamuslim.wordpress.com/2008/09/30/taqobbalallahu-minna-wa-minkum/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&amp;blog=2602971&amp;post=74&amp;subd=penamuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat Lebaran menjelang, tradisi diantara kita (di Indonesia) adalah saling memberikan ucapan selamat. Baik secara langsung maupun tidak. Media seperti kartu lebaran dan SMS menjadi pilihan untuk berkirim ucapan. Ada yang sekadar bilang Selamat Ied/Lebaran, yang lebih lengkap Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H misalnya. Banyak yang mengucapkan <em>Minal Aidin Wal Faizin </em>(ada pula yang menuliskan  Minal Aizin Wal Faizin), yang biasanya orang mengucapkan ini dengan maksud minta maaf lahir batin karena mengira artinya demikian. Biasanya dilengkapi dengan Mohon Maaf Lahir dan Batin. Tetapi ada pula yang mencukupkan diri dengan do&#8217;a <em>Taqobbalallahu Minnaa Wa Minkum </em>(dan sering pada penulisan <em>taqobbalallahu</em> didapati kesalahan). Tapi tahukah Anda bahwa ucapan-ucapan seperti Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidin Wal Faizin dan Taqobbalallhu Minna Wa Minkum bukanlah ucapan yang berasal dari Nabi Muhammad SAW?<span id="more-74"></span></p>
<p>Saya juga tidak tahu sebelumnya. Baiklah saya kutipkan saja 2 buah artikel yang diambil dari rubrik konsultasi di eramuslim yang diasuh oleh Ahmad Sarwat, Lc.</p>
<blockquote><p>Makna Ungkapan Minal Aidin Walfaizin<br />
dan Dasar Perintah Bersalaman Saat Lebaran<br />
(10/11/2005 11:52 WIB)</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr Wb</p>
<p>Ustadz yang terhormat, saya ingin bertanya,<br />
1. Apa sih makna MINAL AIDIN WAL FAIDZIN? Biasanya adat kita menyebutkannya saat lebaran sambil salaman, apa dalilnya?<br />
2. Salam-salaman saat Idul fithri apakah dicontohkan Rasul?</p>
<p>Wa&#8217;alaikumsalam Wr Wb</p>
<p>Opick</p>
<p>Jawaban:</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wa barakatuh<br />
Al-hamdulillah, wash-shalatu wassalamu &#8216;ala rasulillah, wa ba&#8217;du</p>
<p>1. Kata minal aidin wal faizin itu sebenarnya sebuah ungkapan harapan atau doa. Tapi masih ada penggalan yang terlewat. Seharusnya lafadz lengkapnya adalah ja&#8217;alanallahu wa iyyakum minal aidin wal faizin, artinya semoga Allah menjadikan kami dan anda sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung (menang).</p>
<p>Ungkapan ini adalah salah satu ungkapan yang seringkali diucapkan pada hari raya fithri. Sama sekali tidak bersumber dari sunnah nabi, melainkan merupakan &#8216;urf (kebiasaan) yang ada di suatu masyarakat. Makna yang terkandung di dalamnya sebuah harapan agar Ramadhan yang telah kita jalani benar-benar bernilai iman dan ihtisab, sehingga kita saling mendoakan agar<br />
dikembalikan kepada kesucian, dalam arti bersih dari dosa-dosa. Kembali seperti awal mula kita dilahirkan oleh ibu kita masing-masing, putih, bersih tanpa dosa. Itulah makna kembali (aidin). Sedangkan makna faizin adalah menjadi orang yang menang atau beruntung. Menang karena berhasil mengalahkan hawa nafsu, sedangkan beruntung karena mendapatkan pahala yang berkali lipat dan dimusnahkan semua dosa.</p>
<p>Kalau melihat lafadz ungkapan seperti ini, nampaknya yang layak mendapatkannya hanyalah orang-orang yang sukses dalam menjalani Ramadhan dengan benar. Sedangkan mereka yang lalai, meninggalkan puasa atau tidak merasakan nikmat ibadah di bulan Ramadhan, rasanya kurang pas mengungkapkan lafadz seperti ini, bukan?</p>
<p>Di setiap negeri muslim, ungkapan-ungkapan ini bisa saja sangat berbeda, tergantung kreatifitas masyarakatnya sendiri.</p>
<p>Namun bila tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW, bukan berarti memberikan ucapan yang semikian menjadi terlarang atau haram. Sebab umumnya para ulama mengatakan bahwa masalah ini tidak termasuk perkara ritual ubudiyah, sehingga tidak ada larangan untuk mengungkapkan perasaan dengan gaya bahasa kita masing-masing.</p>
<p>Kira-kira sama halnya dengan corak model pakaian yang kita kenakan sehari-hari. Tiap negeri muslim pasti punya corak dan model yang berbeda dengan yang lainnya. Dan keberagaman itu tidak mencerminkan derajat ketaqwaan dan keiltizaman mereka terhadap sunnah nabi. Sebab masalah corak dan potongan busana tidaklah merupakan ketetapan baku dalam syariat Islam.<br />
Bahwa Rasulullah SAW diriwayatkan pernah mengenakan pakaian dengan model potongan tertentu, tidaklah sampai kepada kesimpulan bahwa yang tidak berpakaian dengan model potongan beliau menjadi ahli bid&#8217;ah.</p>
<p>2. Sedangkan bersalam-salaman memang tidak ada perintah secara khusus untuk dilakukan pada hari raya fithri. Namun secara umum, bila dua orang muslim bertemu, bersalaman adalah hal yang dianjurkan. Jadi ketika kita berkunjung ke rumah teman atau famili, tentu saja ketika bertemu kita umumnya melakukan salaman.</p>
<p>Dari Al-Barra&#8217; bin &#8216;Azib ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,&#8221;Bila dua orang muslim bertemu lalu mereka saling bersalaman dan memuji Allah SWT serta meminta ampun kepada-Nya, maka keduanya diampuni sebelum keduanya berpisah.(HR Abu Daud)</p>
<p>Dari Anas bin Malik ra. berkata bahwa para shahabat nabi SAW bila bertemu, mereka saling bersalaman. Dan bila datang dari perjalanan mereka saling berpelukan.</p>
<p>Dan itu saja sudah cukup, tidak perlu lagi mengadakan upacara khusus untuk bersalaman hingga membuat ular yang panjang. Sebab memang tidak ada perintah secara khusus untuk melakukannya. Dan kalaupun masih ingin bersalaman agar bisa rata pada setiap orang, tidak harus dilakukan dalam kesempatan lebaran saja. Sebab anjuran untuk bersalaman tidak terkait<br />
dengan suasana lebaran saja, melainkan dalam setiap kesempatan.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bish-shawab, Wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wa barakatuh</p>
<p>Ahmad Sarwat, Lc</p></blockquote>
<blockquote>
<p>Apa Arti Taqabballahu Minna Waminkum dan Hukumnya?<br />
(11/11/2005 10:03 WIB)</p>
<p>Assalamua&#8217;alaikum Warahmatullah Wabaraktuh</p>
<p>Pak, saya mau tanya. Artinya Taqabballahu Minna Waminkum, Taqabbal Yaa<br />
Kariim itu apa ya? seharusnya yang kita ucapkan sewaktu hari Raya Idul<br />
Fitri itu apa? Apakah doa di atas atau Minal Aidzin Wal Faidzin? Sekian<br />
pertanyaan saya, terima kasih banyak.</p>
<p>Waassalamua&#8217;alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.</p>
<p>Lisa</p>
<p>Jawaban:</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wa barakatuh<br />
Al-hamdulillah, wash-shalatu wassalamu &#8216;ala rasulillah, wa ba&#8217;du</p>
<p>Diantara sekian banyak ungkapan atau ucapan selamat (arab: tahni&#8217;ah) dalam suasana hari &#8216;Ied Al-Fithr, nyaris semuanya tidak ada riwayatnya yang berasal dari Rasulullah SAW. Kecuali lafadz taqabbalallahu minaa wa minka, yang maknanya, &#8220;Semoga Allah SWT menerima amal kami dan amal Anda.&#8221;</p>
<p>Namun riwayat yang menyebutkan hal ini oleh banyak ulama tidak lepas dari kritik. Salah satunya adalah Al-Baihaqi yang mendhaifkannya. Beliau membuat satu bab khusus dalam kitabnya, As-Sunan Al-Kubra, dinamai bab itu dengan &#8220;Bab apa-apa yang diriwayatkan tentang ucapan sesama orang-orang pada hari &#8216;Ied: taqabbalallahu minaa wa minka.&#8221; Di dalam bab tersebut, Al-Baihaqi menyebutkan banyak hadits yang berisikan lafadz tersebut, namun</p>
<p>beliau mendhaifkan hadits-hadits itu. Sebagai gantinya beliau menuliskan sebuah riwayat yang bukan hadits dari Rasulullah SAW, melainkan hanya riwayat yang menjelaskan bahwa Khalifah</p>
<p>Umar bin Abdul Aziz mendiamkan ungkapan tersebut. Bahwa Adham maula Umar bin Abdil Aziz berkata,&#8221;Dahulu kami mengucapkan kepada Umar bin Abdil Aziz pada hari &#8216;Ied, &#8220;taqabbalallahu minaa wa minka, ya amiral mukminin&#8221;, maka beliau pun menjawabnya dan tidak mengingkarinya. (Lihat As-Sunan Al-Kubra, oleh Al-Baihaqi jilid 3 halaman 319).</p>
<p>Tapi sebagaimana kita ketahui bersama, meski sebuah hadits itu dianggap dha&#8217;if, tapi selama tidak sampai tingkat kedhaifan yang parah, masih bisa dijadikan landasan amal dalam hal-hal yang bersifat keutamaan. Maksudnya, meski dha&#8217;if tetapi tidak palsu, jadi hanya lemah periwayatannya tetapi tetap hadits juga. Dan jumhur ulama pada umumnya bisa menerima hadits dha&#8217;if asal tidak terlalu parah, paling tidak untuk sekedar menjadi penyemangat dalam keutamaan amal-amal (fadhailul a&#8217;mal).</p>
<p>Apalagi bila kita merujuk kepada landasan syar&#8217;i tentang pengucapan selamat kepada seseorang, yang dalam bahasa arab disebut dengan istilah tahni&#8217;ah. Sebenarnya syariat Islam punya landasan syar&#8217;i secara umum. Yaitu yang bersumber dari peristiwa diterimanya taubat seorang shahabat nabi SAW, yaitu Ka&#8217;ab bin Malik. Saat Allah mengumumkan bahwa taubatnya<br />
diterima, berduyun-duyun para shahabat yang lain bahkan termasuk Rasulullah SAW ikut memberikan ucapan selamat.</p>
<p>Sekedar menyegarkan ingatan, shahabat Ka&#8217;ab bin Malik adalah salah satu di antara mereka yang membolos tidak ikut perang Tabuk. Lalu sebagai hukumannya, beliau diboikot untuk tidak boleh diajak berbicara bahkan diasingkan selama beberapa lama. Setelah selesai masa hukumannya, Allah SWT kemudian menerima taubatnya. Saat itu kemudian Rasulullah SAW pun ikut memberikan ucapan selamat.</p>
<p>Ketika Aku mengucapkan salam kepada Rasulullah SAW, beliau sambil menurunkan wajahnya karena bahagia bersabda,&#8221;Berbahagialah dengan hari terbaik yang melawatimu semenjak kamu dilahirkan ibumu.&#8221; (HR Bukhari)</p>
<p>Maka ucapan selamat itu datang dari mulut nabi SAW sebagai ungkapan ikut berbahagia yang sedang dirasakan oleh Ka&#8217;ab saat itu. Dan sebenarnya, siapapun sah-sah saja mengungkan rasa turut berbahagia dengan beragam ungkapan, tanpa harus diatur-atur secara baku. Sebagaimana setiap orang dibolehkan mendoakan temannya dengan lafadz yang disukainya.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bish-shawab, Wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wa barakatuh<br />
Ahmad Sarwat, Lc</p></blockquote>
<br />Posted in Pustaka  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penamuslim.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penamuslim.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penamuslim.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penamuslim.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penamuslim.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penamuslim.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penamuslim.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penamuslim.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penamuslim.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penamuslim.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penamuslim.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penamuslim.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penamuslim.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penamuslim.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&amp;blog=2602971&amp;post=74&amp;subd=penamuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penamuslim.wordpress.com/2008/09/30/taqobbalallahu-minna-wa-minkum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a3ed16ccb507ffd0cea78706528168e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Harian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berdo&#8217;alah Hai Orang Berpuasa</title>
		<link>http://penamuslim.wordpress.com/2008/09/19/berdoalah-hai-orang-berpuasa/</link>
		<comments>http://penamuslim.wordpress.com/2008/09/19/berdoalah-hai-orang-berpuasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 07:09:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pustaka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penamuslim.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam &#8230; <a href="http://penamuslim.wordpress.com/2008/09/19/berdoalah-hai-orang-berpuasa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&amp;blog=2602971&amp;post=65&amp;subd=penamuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-large wp-image-66 alignleft" title="al-baqarah186" src="http://penamuslim.files.wordpress.com/2008/09/al-baqarah186.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></p>
<p>&#8220;<em>Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.&#8221; </em></p>
<p>(QS Al Baqarah 2:186)</p>
<p><span id="more-65"></span></p>
<p>Berdasar pada ujung ayat di atas, maka jadikanlah bulan puasa itu sebuah bulan yang penuh dengan ibadat, membaca Al Qur&#8217;an, shalat dan berdoa. Oleh karena doa adalah penting, menjadi otak dari ibadat, berkenanlah Tuhan memberitahukan tentang doa dan bagaimana sambutan-Nya jika hamba-Nya berdoa menyeru nama-Nya dan memohonkan sesuatu.</p>
<p>Terang sekali ayat ini, tidak berbelit-belit.</p>
<p>Pertama, Tuhan itu dekat.</p>
<p>&#8220;Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat.&#8221;</p>
<p>Dia tidaklah jauh, dan lantaran Dia tiada jauh dari sisimu tidak usah kamu bersorak keras-keras memanggil-manggil namaNya:</p>
<p>&#8220;Ya Allah! Ya Allah! Tolonglah aku, bantulah aku!&#8221;</p>
<p>Apa guna suara keras demikian, padahal Dia lebih dekat kepadamu daripada urat lehermu sendiri? Mengapa keras-keras, padahal Dia bukan pekak?</p>
<p>Lantaran Dia dekat, tidaklah perlu memakai orang perantaraan atau wasilah. Yang penting ialah memohon langsung kepada-Nya, jangan memakai perantaraan. Kalau Dia sendiri telah menyatakan Dia dekat, guna apa kita mencari perantaraan lagi?</p>
<p>Tuhan telah menutup pintu yang lain. Tuhan menyuruh kita langsung kepada-Nya. Tuhan telah menjelaskan di sini, kepada-Ku saja, supaya permohonanmu terkabul. Sedang dalam ayat tidak sedikitpun terbayang bahwa permohonan baru dikabulkan Tuhan kalau disampaikan sengan perantaraan Syaikh Anu atau Saiyid Fulan!</p>
<p>Kedua, segala permohonan dari hamba-Nya yang memohon akan mendapat perhatian yang sepenuhnya dari-Nya. Tidak ada satu permohonanpun yang bagai air jatuh ke pasir, hilang saja sia-sia. Karena tidak didengar atau tidak diperdulikan.</p>
<p>&#8220;Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku&#8221;</p>
<p>Ketiga, supaya permohonan itu mendapat perhatian Ilahi, hendaklah si hamba yang memohon itu menyambut pula terlebih dahulu bimbingan dan petyunjuk yang diberikan Tuhan kepada-Nya.</p>
<p>&#8220;Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.&#8221;</p>
<p>Keempat, dan amat penting. Yaitu hendaklah percaya benar-benar, beriman benar-benar kepada Tuhan.</p>
<p>Kelima, dengan sebab menyambut seruan Tuhan, dan percaya penuh kepada Tuhan, si hamba akan diberi kecerdikan. Si hamba akan diberi petunjuk jalan yang akan ditempuh hingga tidak tersesat dan tidak berputus asa.</p>
<p>Menyambut seruan Tuhan dan iman kepada Tuhan adalah jalan satu-satunya untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Apabila sudah dekat, Tuhanpun berjanji akan memberikan petunjuk sehingga menjadi orang yang cerdik cendekia, arif bijaksana.</p>
<p>Dalam mengerjakan puasa, dilatihlah dia dalam ibadat dan doa.</p>
<p>Bertambah ma&#8217;rifat kepada Tuhan bertambah pulalah tertanam rasa ikhlas dan tawakkal. Ikhlas, yaitu jujur dan tulus. Tawakkal ialah menyerah dengan tidak separoh hati. Dan kalau mendapat percobaan iman, dapatlah bertahan dengan sabar.</p>
<p>Orang yang telah cerdik bukanlah mendiktekan Tuhan, Ya Alllah, beri saya itu! Ya Allah, hindarkan dari saya ini!</p>
<p>Apa yang diminta kepada Tuhanpun menjadi ukuran dari kecerdikan yang meminta. Karena kalau hamba yang menentukan apa yang diminta, kalau tidak diberi apa yang dimintanya itu, diapun kecewa. Inilah tanda orang yang tidak cerdik. Atau jangan menentukan sendiri masa bila akan diberi. Karena kalau terlambat diberi, timbul lagi omelan. Padahal lambat atau cepat hanyalah ukuran keinginan.</p>
<p>Dalam meminta atau berdoa kepada Tuhan, mintalah modal yang besar dan kokoh. Bukan benda, tetapi dapat menghasilkan benda. Doa-doa yang berasal dari Nabi adalah yang sebaik-baik doa. Kalau tidak pandai bahasa Arabnya, bolehlah dengan bahasa kita sendiri, asal dengan ikhlas.</p>
<p>Cara Nabi Ayub berdoapun patut ditiru. Ketika sudah demikian besar malapetaka yang menimpa dirinya, doanya hanya demikian:</p>
<p>&#8220;(Ya Tuhanku), Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua Penyayang&#8221;</p>
<p>(QS 21:83)</p>
<p>Nabi Ibrahimjuga seketika menuju Tuhan bahwaTuhanlah yang memberinya makan dan memberinya minum, selanjutnya tentang sakit, lain susun katanya:</p>
<p>&#8220;(Yaitu Tuhan) yang telah menciptakan Aku, Maka Dialah yang menunjuki Aku, Dan Tuhanku, yang Dia memberi Makan dan minum kepadaKu, Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan Aku.&#8221;</p>
<p>(QS 26:78-80)</p>
<p>Nabi Ibrahim tidak mengatakan Dia yang menyakitkan daku, Dia pula yang menyembuhkan. Dia hanya mengatakan, kalau aku sakit, Dia yang menyembuhkan.</p>
<p>Maka menyambut seruan Tuhan dan percaya penuh kepada Tuhan adalah latihan diri untuk merasai bahwa benar-benarlah Tuhan itu dekat dengan hamba-hamba-Nya. Kesempatan melatih diri inilah yang diutamakan dalam mengerjakan puasa. Sehingga derajat dan martabat kita dinaikkan Tuhan, ke<br />
dekat-Nya.</p>
<p>Untuk mengetahui latar belakang dari sebabnya turun ayat yang penting ini, baiklah kita ketahui riwayat-riwayat yang diterima berhubungan dengan dia.</p>
<p>Menurut riwayat dari Ibnu Jarir, dan Ibnu Abi Hatim dan Abusy Syaikh dan Ibnu Mardawaihi yang mereka terima dari riwayat as-Shalt bin Hakim, yaitu seorang sahabat Anshar, yang diterima pula dari ayahnya dan ayahnya menerima dari neneknya, bahwa seorang laki-laki pernah bertanya kepada Rasulullah saw:</p>
<p>&#8220;Ya Rasulullah, apakah Tuhan kita itu dekat dari kita, sehingga dapat kita seru dengan suara lembut, ataukah Dia jauh, sehingga kita  Dia dengan suara keras?&#8221;</p>
<p>Mendengar pertanyaan itu, Nabipun terdiam. Lalu turunlah ayat ini, yang menerangkan bahwa Tuhan itu amat dekat kepada kita. Dengan keterangan ayat ini terjawablah pertanyaan itu dan terjawab pulan pertanyaan dari kebanyakan manusia.</p>
<p>Dan tersebut lagi di dalam sebuah hadits yang dirawikan oleh Bukhari dari Abu Hurairah:</p>
<p>&#8220;Permohonan kamu akan dikabulkan oleh Tuhan , selama kamu tidak mendesak-desak. Dia berkata: Aku telah mendoa, tetapi doaku tidak diperkenankan.&#8221;</p>
<p>Di dalam hadits lain pula, yang dirawikan oleh Bukhari dari hadits Abi Said al-Khudri, bahwa Nabi pernah bersabda:</p>
<p>&#8220;Tidaklah mendoa muslim dengan doa, yang doa itu tidak dicampuri maksud jahat (dosa) atau memutuskan silaturahmi, melainkan pastilah doa itu akan dikabulkan Tuhan dengan menempuh satu dari tiga cara. Adakalanya doa itu diperkenankan dengan cepat, adakalanya disimpan dahulu untuk persediaannya<br />
di hari akhirat, dan aadakalanya dipalingkan daripadanya kejahatan yang seumpamanya.&#8221;</p>
<p>Di dalam suatu hadits lagi ada tersebut bahwasanya lambatnya atau cepatnya akan terkabul suatu doa dari seorang hamba adalah menjadi rahasia juga daripada kasih sayang Tuhan kepada hamba-Nya. Di situ disebutkan bahwa kadang-kadang, oleh karena kasih sayang Tuhan pada seorang hamba, lama baru<br />
permohonannya dikabulkan. Karena Tuhan amat kasih kepadanya, Tuhan hendak mendengar seruannya selalu.</p>
<p>Tetapi orang yang berdoa, lalu segera permohonanya dikabulkan, ialah karena Tuhan telah bosan dengan dia. Tuhan bersabda kepada malaikat:</p>
<p>&#8220;Berikan saja cepat-cepat apa yang dimintanya. Karena yang diharapkannya bukan Daku, melainkan pemberian-Ku.&#8221;</p>
<p>Dapatlah kita perhatikan orang yang lama di dalam percobaan suatu sengsara. Dia selalu mendoa, dia selalu berharap, tetapi pengharapannya belum kunjung dikabulkan. Ada orang yang oleh karena suatu fitnah dan kezaliman, bertahun-tahun lamanya ditahan. Lama baru permohonannya terkabul. Tetapi di masa yang lama itu dia sudah dapat membentuk diri, sehingga dia mempunyai kepribadian agama yang kuat dan kokoh. Penahanannya bertahun-tahun itu membuatnya menjadi seoarng muslim dan mukmin yang kuat, yang sebelum ditahan dia belum pernah merasainya. Dan ada pula orang yang sebelum matang imannya, diapun keluar dari tahanan. Sampai di luar diapun lupa kepada Tuhan.</p>
<p>Cobalah kita perhatikan!</p>
<p>Ayat yang sebuah ini terletak di tengah-tengah, ketika membicarakan dari hal puasa dan hukum-hukumnya. Dilihat sepintas lalu, seakan-akan tidak ada hubungan ayat ini dengan yang sebelumnya, atau yang sesudahnya. Padahal erat sekali hubungan itu.</p>
<p>Sebab doa orang yang berpuasa itu lebih dekat dikabulkan, sebagaimana yang dirawikan oleh Imam Abu Daud at-Thayalisi dalam musnadnya, diterima daripada Abdullah bin Umar. Beliau berkata: &#8220;Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda:</p>
<p>&#8220;Bagi orang yang berpuasa itu, seketika dia berbuka adalah doa yang mustajab&#8221;</p>
<p>Dan terdapat pula sebuah hadits dalam musnad Imam Ahmad dan Sunan an-Nasa&#8217;i dan Tirmidzi dan Ibnu Majah, diterima daripada Abu Hurairah ra, berkata dia: Berkata Rasulullah saw:</p>
<p>&#8220;Bertiga yang doanya tidak akan ditolak: imam yang adil, orang yang puasa sampai dia berbuka, dan orang yang teraniaya.&#8221;</p>
<p>Dari kedua hadits ini, dan ada juga hadits-hadits lain yang sama maksudnya dapatlah difahami bahwa ayat ini tidaklah terpisah dari ayat yang sebelum dan sesudahnya, bahkan menjadi intinya. Yaitu bahwa latihan yang berhasil dari orang yang puasa terhadap jiwanya sendiri menyebabkan dia dekat kepada Tuhan.</p>
<p>Dan lantaran dekat itu, doanya mudah dikabulkan.</p>
<p>Sumber:<br />
Tafsir Al Azhar<br />
Prof. Dr. Hamka</p>
<br />Posted in Pustaka  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penamuslim.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penamuslim.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penamuslim.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penamuslim.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penamuslim.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penamuslim.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penamuslim.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penamuslim.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penamuslim.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penamuslim.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penamuslim.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penamuslim.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penamuslim.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penamuslim.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&amp;blog=2602971&amp;post=65&amp;subd=penamuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penamuslim.wordpress.com/2008/09/19/berdoalah-hai-orang-berpuasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a3ed16ccb507ffd0cea78706528168e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Harian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penamuslim.files.wordpress.com/2008/09/al-baqarah186.jpg?w=500" medium="image">
			<media:title type="html">al-baqarah186</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Murobbi 2 (New Trailer, 9 menit)</title>
		<link>http://penamuslim.wordpress.com/2008/06/30/sang-murobbi-2-new-trailer-9-menit/</link>
		<comments>http://penamuslim.wordpress.com/2008/06/30/sang-murobbi-2-new-trailer-9-menit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 09:26:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penamuslim.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Barusan saya dapat info via YM dari seorang teman, yang asli Bojonegoro, tentang trailer terbaru film Sang Murobbi berikut cara memesan CD/VCDnya. Karena wordpress gratisan ini ga support embed script dan masih bisa menyisipkan video dari youtube melalui fasilitas &#8216;tambahkan &#8230; <a href="http://penamuslim.wordpress.com/2008/06/30/sang-murobbi-2-new-trailer-9-menit/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&amp;blog=2602971&amp;post=58&amp;subd=penamuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Barusan saya dapat info via YM dari seorang teman, yang <a href="http://aslibojonegoro.wordpress.com/" target="_blank">asli Bojonegoro</a>, tentang trailer terbaru film Sang Murobbi berikut cara memesan CD/VCDnya. Karena wordpress gratisan ini ga support embed script dan masih bisa menyisipkan video dari youtube melalui fasilitas &#8216;tambahkan media&#8217;, saya coba cari di youtube trailer baru Sang Murobbi. Ada beberapa, saya pilihkan yang paling panjang durasinya, hampir 9 menit. Untuk Anda yang ingin memesan VCD/DVD Sang Murobbi silakan lihat infonya di <a href="http://zul3.multiply.com/journal/item/15/FILM_SANG_MURABBI_PENAWARAN_UNTUK_PEMESANAN_VCD_ATAU_DVD" target="_blank">blog sang sutradara</a>. Disana juga dijelaskan hal yang sering ditanyakan selama ini, apakah Sang Murobbi akan diputar di bioskop?</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='500' height='312' src='http://www.youtube.com/embed/CtwkwLUG6AI?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/penamuslim.wordpress.com/58/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/penamuslim.wordpress.com/58/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penamuslim.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penamuslim.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penamuslim.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penamuslim.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penamuslim.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penamuslim.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penamuslim.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penamuslim.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penamuslim.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penamuslim.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penamuslim.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penamuslim.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penamuslim.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penamuslim.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&amp;blog=2602971&amp;post=58&amp;subd=penamuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penamuslim.wordpress.com/2008/06/30/sang-murobbi-2-new-trailer-9-menit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a3ed16ccb507ffd0cea78706528168e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Harian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Internet untuk Dakwah</title>
		<link>http://penamuslim.wordpress.com/2008/06/01/internet-untuk-dakwah/</link>
		<comments>http://penamuslim.wordpress.com/2008/06/01/internet-untuk-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 May 2008 18:53:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah bil Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penamuslim.wordpress.com/2008/07/01/internet-untuk-dakwah/</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan teknologi modern, mulai penemuan mesin uap hingga perangkat mobile,  terbukti dapat mengubah cara manusia bergerak, bergaul, bepergian, belajar, bekerja dan berbisnis. Demikian pula dengan kehadiran teknologi internet. Dalam perkembangan mutakhir, teknologi internet ini sedang bersiap, bahkan dibeberapa negara telah &#8230; <a href="http://penamuslim.wordpress.com/2008/06/01/internet-untuk-dakwah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&amp;blog=2602971&amp;post=59&amp;subd=penamuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan teknologi modern, mulai penemuan mesin uap hingga perangkat <em>mobile</em>,  terbukti dapat mengubah cara manusia bergerak, bergaul, bepergian, belajar, bekerja dan berbisnis. Demikian pula dengan kehadiran teknologi internet. Dalam perkembangan mutakhir, teknologi internet ini sedang bersiap, bahkan dibeberapa negara telah demikian,  menjadi global lifestyle baru menyusul sukses teknologi mobile di pasar dunia.</p>
<p>Penemuan dunia baru (baca: dunia maya) dengan medium internet disebut banyak pihak jauh lebih spektakuler dari penemuan benua baru berabad silam. Semakin hari jumlah pengguna internet semakin bertambah dengan cepat, apalagi ditunjang dengan harga perangkat dan layanan akses yang semakin murah. <span id="more-59"></span></p>
<p>Kemudahan, kecepatan dan harga yang murah dalam berkomunikasi dan menyebarkan informasi yang ditawarkan oleh media internet telah disambut oleh berbagai pihak dengan penuh antusias. Institusi sosial, bisnis, hiburan dan pendidikan telah merasakan manfaat internet bagi pengembangan bidang masig-masing. Muncullah istilah e-commerce, e-learning sampai dengan e-goverment (ingat juga e-mail). Sedangkan konten hiburan, seperti di media lainnya, lagi-lagi menjadi primadona yang terus merajalela membanjiri kanal-kanal penyedia layanan internet. Game online dan konten porno adalah hal yang mudah dipasarkan, bahkan banyak orang secara aktif mencarinya.</p>
<p>Tak pelak, perkembangan internet menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Ada institusi yang memasukkannya sebagai bagian baru dari budaya organisasinya. Ada pula yang menolaknya mentah-mentah dan menuding internet sebagai biang penyebab kerusakan prilaku. Memang teknologi seringkali seperti pisau, bisa untuk menyembelih hewan quran tapi bisa juga dipakai membunuh.</p>
<p>Nah, bagaimana  dan apa yang terjadi jika pisau internet ini ada di tangan da&#8217;i, ustadz, kiai, muballigh dan pegiat dakwah lainnya?</p>
<p>(insya Allah <strong>bersambung</strong>, jika sudah ada yang komen atas artikel ini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>- Harian Sa -</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/penamuslim.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/penamuslim.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penamuslim.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penamuslim.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penamuslim.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penamuslim.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penamuslim.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penamuslim.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penamuslim.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penamuslim.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penamuslim.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penamuslim.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penamuslim.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penamuslim.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penamuslim.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penamuslim.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&amp;blog=2602971&amp;post=59&amp;subd=penamuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penamuslim.wordpress.com/2008/06/01/internet-untuk-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a3ed16ccb507ffd0cea78706528168e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Harian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Murobbi (Download trailer film, MP3 &amp; lirik nasyid)</title>
		<link>http://penamuslim.wordpress.com/2008/05/17/sang-murobbi-nasyid-lirik-mp3-download/</link>
		<comments>http://penamuslim.wordpress.com/2008/05/17/sang-murobbi-nasyid-lirik-mp3-download/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 06:21:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[nasyid]]></category>
		<category><![CDATA[download]]></category>
		<category><![CDATA[lirik]]></category>
		<category><![CDATA[mp3]]></category>
		<category><![CDATA[sang murobbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penamuslim.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lihat trailer film Sang Murobbi? Disitu ada nasyid Izzatul Islam menjadi soundtrack filmnya. Nah kalau mau mendengarkan versi lengkapnya klik di bawah ini (juga download trailer filmnya). Mudah-mudahan alamatnya belum pindah. Kalau tidak bisa kunjungi saja blog sutradara film &#8230; <a href="http://penamuslim.wordpress.com/2008/05/17/sang-murobbi-nasyid-lirik-mp3-download/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&amp;blog=2602971&amp;post=51&amp;subd=penamuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lihat trailer film <a title="Film Sang Murobbi - Mencari Spirit yang Hilang" href="http://penamuslim.wordpress.com/2008/05/15/sang-murobbi/" target="_blank">Sang Murobbi</a>? Disitu ada nasyid Izzatul Islam menjadi soundtrack filmnya. Nah kalau mau mendengarkan versi lengkapnya klik di bawah ini (juga download trailer filmnya). Mudah-mudahan alamatnya belum pindah. Kalau tidak bisa kunjungi saja blog sutradara film Sang Murobbi. Saya juga nemunya disana. Boleh didownload lagi. Dapat ijin dari Ali (manajer Izzis). InsyaAllah sebentar lagi  akan ada RBT dan NSPnya.<span id="more-51"></span></p>
<p><a href="http://images.zul3.multiply.com/song/1/4/full/U2FsdGVkX1-0Wbqynjq6bgNxJaqchX3qCl8knWBI3tx5PDruVAMkNA==/Nasyid%20Izzis%20-%20Sang%20Murabbi.mp3?encid=U2FsdGVkX1-0Wbqynjq6bm.c8ltuq9SkKj4WvcC.BqQ=&amp;nmid=95014933">Nasyid Izzis &#8211; Sang Murobbi</a></p>
<p><a title="Film Sang Murobbi" href="http://www.mediafire.com/?9m3wmb1dvm9" target="_blank">Download trailer film Sang Murobbi</a>.<br />
Ngambil dari YouTube (8,3 MB). Tampilan awalnya agak kecil dan bisa diperbesar dengan klik menu View  terus pilih Full Screen. File disimpan dalam format zip, untuk membukanya Anda memerlukan software unzip (biasanya sudah terinstall di komputer, periksa dengan klik kanan pada file). Silakan download software <a href="http://www.camunzip.com/" target="_blank">unzip</a> disini jika belum memiliki.</p>
<p><strong>SANG MUROBBI<br />
</strong>(Izzatul Islam)</p>
<p><em>Prolog:</em><br />
<em>Selayaknya bagi jiwa-jiwa yang mengazzamkan dirinya di jalan ini<br />
Menjadikan dakwah sebagai laku utama<br />
Dialah visi, dialah misi, dialah obsesi<br />
Dialah yang menggelayuti di setiap desah nafas<br />
Dialah yang akan mengantarkan jiwa-jiwa ini kepada ridho dan maghfiroh Tuhannya kelak </em></p>
<p>Ribuan langkah kau tapaki<br />
Pelosok negri kau sambangi<br />
Tanpa kenal lelah jemu<br />
Sampaikan firman Tuhanmu</p>
<p>Terik matahari tak surutkan langkahmu<br />
Deru hujan badai tak lunturkan azzammu<br />
Ragakan terluka tak jerikan nyalimu<br />
Fatamorgana dunia tak silaukan pandangmu</p>
<p>Semua makhluk bertasbih panjatkan ampun bagimu<br />
Semua makhluk berdoa limpahkan rahmat atasmu</p>
<p>Terik matahari tak surutkan langkahmu<br />
Deru hujan badai tak lunturkan azzammu<br />
Ragakan terluka tak jerikan nyalimu<br />
Fatamorgana dunia tak silaukan pandangmu</p>
<p>Duhai pewaris nabi duka fana tak berarti<br />
Surga kekal abadi balasan ikhlas di hati</p>
<p>Cerah hati kami, kau semai nilai Rabb suci<br />
Tegak panji Ilahi bangkit generasi Robbani</p>
<p>DOWNLOAD MP3</p>
<p>Silakan langsung mendownloadnya dari blog <a title="Sutradara Film Sang Murobbi" href="http://zul3.multiply.com/music/item/3/Nasyid_Sang_Murabbi_-_Izzatul_Islam" target="_blank">sang sutradara</a>. Saya juga mendownloadnya dari sana.<br />
Format MP3 (10,4 MB) dengan durasi putar 5 menit 41 detik.</p>
<p>[UP DATE 11/06/08]</p>
<p><strong>Kode NSP</strong> Sang Murobbi 4860020</p>
<p><em>- Harian Sa -</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/penamuslim.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/penamuslim.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penamuslim.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penamuslim.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penamuslim.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penamuslim.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penamuslim.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penamuslim.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penamuslim.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penamuslim.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penamuslim.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penamuslim.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penamuslim.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penamuslim.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penamuslim.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penamuslim.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&amp;blog=2602971&amp;post=51&amp;subd=penamuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penamuslim.wordpress.com/2008/05/17/sang-murobbi-nasyid-lirik-mp3-download/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a3ed16ccb507ffd0cea78706528168e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Harian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Murobbi</title>
		<link>http://penamuslim.wordpress.com/2008/05/15/sang-murobbi/</link>
		<comments>http://penamuslim.wordpress.com/2008/05/15/sang-murobbi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 07:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[Para Pejuang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penamuslim.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Subhanallah. Melihat film Sang Murobbi ini dari cuplikannya saja sudah begitu menyentuh. Dialog-dialognya dengan nasyid yang mengiringi menjadi embun sejuk bagi dahaga hati. Dialog ini sungguh membuat tersenyum, terharu dan diri ini menjadi malu. Apalagi film ini belum selesai dibuat. &#8230; <a href="http://penamuslim.wordpress.com/2008/05/15/sang-murobbi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&amp;blog=2602971&amp;post=44&amp;subd=penamuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='500' height='312' src='http://www.youtube.com/embed/ZsUzcbHw0Qw?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span></p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-44"></span></p>
<p style="text-align:left;"><em>Subhanallah</em>. Melihat film Sang Murobbi ini dari cuplikannya saja sudah begitu menyentuh. Dialog-dialognya dengan nasyid yang mengiringi menjadi embun sejuk bagi dahaga hati. Dialog ini sungguh membuat tersenyum, terharu dan diri ini menjadi malu.</p>
<p style="text-align:left;">Apalagi film ini belum selesai dibuat. Catat ya, belum selesai dibuat. Film ini masih kekurangan dana. Berikut pernyataan sang sutradara, Zul Ardhia, yang saya comot dari sebuah blog : &#8220;<em>atas nama crew film Sang Murabbi, ana mohon doanya, agar Allah berikan segala kemudahan dalam proses pembuatan film ini&#8230; Insya Allah pekan kedua Mei ini, shooting akan berlanjut lagi setelah sempat terhenti karena kekurangan dana. Sekedar informasi, untuk kalangan internal (kader) Film Sang Murabbi akan diedarkan dalam bentuk DVD dan VCD&#8230; Jika dana telah terkumpul lagi, Insya Allah akan kita blow up ke layar lebar untuk konsumsi umum&#8230;</em>&#8220;</p>
<p style="text-align:left;">UMMI FIDA<br />
Tapi &#8216;afwan ya Bi jangan marah. Saya masih bingung besok masak apa. Uang yang Abi kasih udah abis.</p>
<p style="text-align:left;">RAHMAT ABDULLAH<br />
Kalau uang sudah habis minta lagi saja sama Allah.</p>
<p style="text-align:left;">UMMI FIDA<br />
Kan Allah ngasihnya lewat Abi. Jadi saya mintanya sama Abi.</p>
<p style="text-align:left;">RAHMAT ABDULLAH<br />
Kalau uang sudah habis itu berarti rejeki mau datang lagi. Kayak sumur aja. Kalo sumurnya kering berarti ujan udah mau dateng.</p>
<p style="text-align:left;">UMMI FIDA<br />
Abi lagi ngga punya uang ya?
</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><em>- Harian Sa -</em></p>
<p style="text-align:left;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/penamuslim.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/penamuslim.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penamuslim.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penamuslim.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penamuslim.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penamuslim.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penamuslim.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penamuslim.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penamuslim.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penamuslim.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penamuslim.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penamuslim.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penamuslim.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penamuslim.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penamuslim.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penamuslim.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&amp;blog=2602971&amp;post=44&amp;subd=penamuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penamuslim.wordpress.com/2008/05/15/sang-murobbi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a3ed16ccb507ffd0cea78706528168e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Harian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ust. Rahmat Abdullah</title>
		<link>http://penamuslim.wordpress.com/2008/04/16/ust-rahmat-abdullah/</link>
		<comments>http://penamuslim.wordpress.com/2008/04/16/ust-rahmat-abdullah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 16:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Para Pejuang]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[kh rahmat abdullah]]></category>
		<category><![CDATA[sang murobbi]]></category>
		<category><![CDATA[syaikhut tarbiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penamuslim.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Merendahlah,
engkau kan seperti bintang-gemintang
Berkilau di pandang orang
Diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi
Janganlah seperti asap
Yang mengangkat diri tinggi di langit
Padahal dirinya rendah-hina

(Rahmat Abdullah) <a href="http://penamuslim.wordpress.com/2008/04/16/ust-rahmat-abdullah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&amp;blog=2602971&amp;post=48&amp;subd=penamuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;"><img src="http://penamuslim.files.wordpress.com/2008/05/ustadz-rahmat-abdullah.jpg?w=500" border="2" alt="KH Rahmat Abdullah" /></div>
<p><em>Merendahlah,<br />
engkau kan seperti bintang-gemintang<br />
Berkilau di pandang orang<br />
Diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi<br />
Janganlah seperti asap<br />
Yang mengangkat diri tinggi di langit<br />
Padahal dirinya rendah-hina</em></p>
<p>(<strong>Rahmat Abdullah</strong>)</p>
<p><span id="more-48"></span></p>
<p>Seperti tak percaya aku mendengar kabar itu: kau sudah pergi untuk selamanya. Dan kenangan demi kenangan berkelebat cepat di benakku, menyisakan satu nama: Rahmat Abdullah. Kita memang tak banyak bertemu, tak banyak bercakap. Tapi percayakah kau, aku menjadikanmu salah satu teladan diri. Kau menjelma salah satu sosok yang kucinta. Tahukah kau, hampir tak ada tulisanmu yang tak kubaca? Dan setelah membacanya selalu ada sinar yang menyelusup menerangi kalbu dan pikiranku. Tidak sampai di situ, buku-bukumu selalu membuatku bergerak. Ya, bergerak!</p>
<p>Kau mungkin tak ingat tentang senja itu. Tapi aku tak akan pernah melupakannya. Saat itu kau baru saja pulang dari rumah sakit untuk memeriksakan kesehatanmu. Aku dan seorang teman menunggumu. Kami membutuhkanmu untuk memberi masukan terhadap apa yang tengah kami kerjakan. Tanpa istirahat terlebih dahulu, dengan senyuman dan kebersahajaan yang khas, kau menemui kami. Tak kau perlihatkan bahwa kau sedang tak sehat. Bahkan kau bawa sendiri makanan dan minuman untuk kami.  Dengan riang kau menyemangati kami.  &#8220;Ini kebaikan yang luar biasa,&#8221; katamu. &#8220;Bismillah. Berjuanglah dengan pena-pena itu!&#8221;</p>
<p>Lalu kami mengundangmu untuk hadir pada acara milad organisasi kecil kami. Sekadar menyampaikan undangan, dan tak terlalu berharap kau datang, karena kami tahu kau sangat sibuk dengan begitu banyak persoalan ummat. Hari itu, bulan Juli 2002, milad ke 5 organisasi kami: Forum Lingkar Pena. Semua panitia direpotkan oleh banyak hal yang harus dikerjakan. Aku masih sempat bertanya pada panitia:  &#8220;Adakah yang menjemput Pak Taufiq Ismail dan Pak Rahmat Abdullah?&#8221;</p>
<p>Panitia menggeleng. Banyak yang harus dikerjakan. Tak ada mobil atau tenaga untuk menjemput. Sudahlah, pikirku. Pak Taufiq dan Pak Rahmat terlalu besar untuk hadir di acara seperti ini.</p>
<p>Aku hampir melompat ketika melihat Pak Taufiq Ismail datang sendirian dengan taksi dan menyapa kami riang. Dan aku tak percaya ketika tak lama kemudian kau muncul! &#8220;Ustadz, terimakasih sudah datang. Kami tidak menyangka&#8230;,&#8221; sambutku.<br />
Kau tersenyum. &#8220;Saya sudah agendakan untuk datang,&#8221; katamu. &#8220;Ini acara FLP. Istimewa.&#8221; Mataku berkaca. Ini ustadz Rahmat Abdullah, ia terbiasa diundang sebagai pembicara dalam berbagai acara nasional sampai internasional. Dan kini ia sudi hadir sebagai undangan biasa!</p>
<p>&#8220;Maaf ustadz tidak dijemput. Ustadz naik apa tadi?&#8221; Naik bis. Tempatnya mudah dicari,&#8221; katamu biasa.</p>
<p>Kau sempat turut memberikan award dalam acara tersebut dan memimpin doa penutup. Aku menangis mendengar doa yang kau lantunkan, Ustadz. Kau berulangkali mendoakan agar organisasi kami: FLP selalu bisa melahirkan para pemuda yang tak akan berhenti berjuang dengan pena&#8230;. Pada akhir acara, kau turut berjongkok bersama para pemuda lainnya dan menandatangani spanduk yang kami gelar bertuliskan &#8220;Sastra untuk Kemanusiaan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya mencintai sastra dan suka membuat puisi,&#8221; ceritamu.  Hari itu kehadiranmu benar-benar memberi semangat baru bagi kami.</p>
<p>Ustadz, aku selalu mengenangmu sebagai suami dan ayah yang baik dalam keluarga. Sebagai guru sejati bagi ribuan da&#8217;i. Dan ketika kau terpilih menjadi anggota DPR RI tahun 2004 lalu, tak ada yang berubah darimu, kecuali usaha yang lebih keras untuk membuat rakyat tersenyum. Dalam keadaanmu yang sederhana, kau tak berhenti memberi zakat dan infaq dari gajimu. Kau satu dari sedikit orang yang pernah kutemui, yang sangat berhati-hati dengan amanah dan berjuang untuk menunaikannya tanpa cacat. Ah, pernahkah kau meminta tarif untuk mengisi ceramah? Tak ada. Kau bahkan pernah berkata: &#8220;Alhamdulillah ada lagi orang yang mau mendengarkan taushiyah dari hamba Allah yang lemah ini.&#8221;</p>
<p>Terakhir kali kita bertemu, Ustadz, di sebuah jalan raya, sekitar akhir tahun lalu. Dan aku tak percaya, kau—anggota dewan yang terhormat&#8212; masih saja menyetop kopaja. Kini dalam usia 53 tahun, kau pun kembali untuk selamanya. Ribuan orang, tak terhingga orang, datang mengiringi untuk terakhir kali, sambil tak henti bersaksi tentang keindahanmu.<br />
Selamat jalan, Ustadz. Jalan kebaikan dan cinta yang selalu kau tempuh di dunia, semoga mengantarkanmu ke gerbang yang paling indah di sisiNya. Amiin. (Helvy Tiana Rosa)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/penamuslim.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/penamuslim.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penamuslim.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penamuslim.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penamuslim.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penamuslim.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penamuslim.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penamuslim.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penamuslim.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penamuslim.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penamuslim.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penamuslim.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penamuslim.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penamuslim.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penamuslim.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penamuslim.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&amp;blog=2602971&amp;post=48&amp;subd=penamuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penamuslim.wordpress.com/2008/04/16/ust-rahmat-abdullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a3ed16ccb507ffd0cea78706528168e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Harian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penamuslim.files.wordpress.com/2008/05/ustadz-rahmat-abdullah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KH Rahmat Abdullah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hati-hati Dengan Tarif NOL KOMA !</title>
		<link>http://penamuslim.wordpress.com/2008/03/18/hati-hati-dengan-tarif-nol-koma/</link>
		<comments>http://penamuslim.wordpress.com/2008/03/18/hati-hati-dengan-tarif-nol-koma/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 03:47:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mr.USE</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penamuslim.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[“Bagi Telkomsel, perang tarif hanya akan merugikan kesehatan perusahaan. Yang kami utamakan adalah kecanggihan teknologi….”. Begitulah kurang lebih isi dari pernyataan Kiskenda Suriahardja Direktur Utama Telkomsel diakhir tahun 2007. Berselang tidak lama setelah denda 200 milyar yang dibebankan Telkomsel atas &#8230; <a href="http://penamuslim.wordpress.com/2008/03/18/hati-hati-dengan-tarif-nol-koma/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&amp;blog=2602971&amp;post=36&amp;subd=penamuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>“Bagi Telkomsel, perang tarif hanya akan merugikan kesehatan perusahaan. Yang kami utamakan adalah kecanggihan teknologi….”</em>. Begitulah kurang lebih isi dari pernyataan Kiskenda Suriahardja Direktur Utama Telkomsel diakhir tahun 2007. Berselang tidak lama setelah denda 200 milyar yang dibebankan Telkomsel atas gugatan KPPU terkait mahalnya tarif Telkomsel, Telkomsel mengeluarkan promo yang mengejutkan yaitu tarif 0,5 perdetik yang dikemas dalam paket perdana Simpati PeDe.<span id="more-36"></span> Hanya dengan menelfon kesesama pelanggan Telkomsel selama satu menit, pelanggan Simpati PeDe bisa menikmati tarif panggilan 0.5 rupiah perdetik untuk panggilan berikutnya. Meski Telkomsel membantah promo itu efek dari denda yang dibebankan kepada Telkomsel. Ternyata promo ini mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Karena promo ini <em>traffic</em> panggilan telkomsel bisa meningkat sampai 100 persen.</p>
<p>Sebelum Telkomsel mengeluarkan promo Simpati Pede, XL lebih dulu membuat promo tarif yang diklaim termurah yaitu tarif perdetik. Akan tetapi tidak berselang lama promo XL Bebas cepat sekali berubah. Mulai dari tarif flat 25 perdetik kesemua operator, 10 perdetik, 1 perdetik, hingga yang terbaru 0,1 perdetik. Bahkan sampai ada yang rela kawin sama monyet jika ada yang lebih murah dari tarif ini. Dua menit pertama yang berlaku untuk setiap panggilan adalah tarif normal. Pada dua menit  berikutnya baru berlaku tarif 0,1 perdetik begitu seterusnya selang-seling setiap kelipatan dua menit tarif 0,1 baru berlaku.</p>
<p>Tidak mau ketinggalan  si “raja sms” IM3 punya Indosat akhirnya mengekor rivalnya dengan tarif yang lebih banyak lagi digit nol dibelakang koma. Semula promonya adalah 0,001 perdetik kemudian tidak lama setelah itu diperpanjang lagi nolnya menjadi 0,000000…1 perdetik.</p>
<p><em>“Masyarakat Indonesia sudah cerdas, tarif murah bukanlah mutlak menjadi pilihan seseorang untuk memilih sebuah operator seluler. Tetapi layanan dan kecanggihan teknologi…..”</em>. Kurang lebih kalimat ini pula yang pernah dinyatakan oleh<em> bossnya</em> Telkomsel jauh hari sebelum tarif nol koma ada.</p>
<p>Dalam tulisan ini saya ingin mengatkan kepada semua pengguna layanan seluler untuk tidak terlalu cepat ganti atau memilih sebuah operator karena promo yang  seolah-olah murah. Yang perlu diingat bahwa tarif 0,5, 0,1, maupun 0000..1 adalah tarif promosi. Bisa jadi setelah anda ganti atau memutuskan memilih kartu operator tersebut masa promo telah habis dan kembali berlaku tarif regulernya.</p>
<p>Yang perlu dicermati lagi adalah berlakunya tarif nol koma tersebut berlaku setelah sekian menit. Memang, untuk panggilan dengan durasi panjang tarif ini cukup murah. Tapi sekali lagi yang perlu dicermati adalah tarif tersebut berlaku setelah menit kesekian. Dan sebelum menit kesekian tersebut anda masih harus membayar dengan  tarif normal. Pertanyaanya, apakah setiap kita melakukan panggilan selalu dengan durasi panjang?</p>
<p>Belum lagi efek lain yang ditimbulkan. Misalnya jaringan sibuk sehingga sering terjadi gagal panggil atau panggilan tiba-tiba putus.  Hingga akhirnya Indosat memiliki kebijakan untuk memutus setiap panggilan yang sudah mencapai 30 menit guna memberi kesempatan kepada pelanggan lain untuk melakukan layanan panggilan.</p>
<p>Terjadi juga misalnya di pasaran harga paket perdana Simpati yang sebelumnya bisa diperoleh di toko-toko hanya dengan 8.000-an rupiah, karena promo ini paket perdana harganya naik pesat hingga 20.000-an. Begitu pula paket perdana IM3 yang semula bisa dibeli cukup dengan 6.000 rupiah sekarang anda tidak akan menjumpai lagi dengan harga segitu.</p>
<p>Coba anda tanya kepada teman atau siapa saja yang memakai kartu Mentari. Berapa tarif yang masih berlaku sekarang? Bisa jadi teman anda akan kesulitan menjawabnya karena begitu banyak promosi yang ditawarkan. Mulai dari free talk 5 jam, 50 Rupiah sangat berarti jumat sabtu minggu, 0 Rupiah, Bonus 5 ribu setelah menelfon 5 ribu, 300 permenit dan masih banyak lagi. Padahal semua itu hanya promo pada kartu Mentari saja.</p>
<p>Saran saya, daripada kita pusing memilih tarif operator yang seolah-olah murah dan selalu berubah-ubah tidak salahnya anda mengalihkan perhatian ke kartu paska bayar. Anda bisa memilih Kartu Halo dari Telkomsel, Matrix punya Indosat, Explore milik XL dan Fren paska bayar bagi yang selama ini cenderung lebih senang dengan operator Fren. Tarif pada paska bayar relatif stabil, tarif panggilan regular juga  relatif lebih murah daripada pra bayar, dan layanannya juga relatif memuaskan. Saya yang selama ini memakai Kartu Halo tidak pernah goyah untuk ganti kartu karena promosi nol koma yang baru-baru ini banyak digulirkan. Meski saya sempat mencoba juga karena kebetulan saya memiliki dua pesawat handpone GSM.  (use)</p>
<p>Tulisan ini bisa anda jumpai juga di:<a href="http://aslibojonegoro.wordpress.com">aslibojonegoro</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/penamuslim.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/penamuslim.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penamuslim.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penamuslim.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penamuslim.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penamuslim.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penamuslim.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penamuslim.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penamuslim.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penamuslim.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penamuslim.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penamuslim.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penamuslim.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penamuslim.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penamuslim.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penamuslim.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penamuslim.wordpress.com&amp;blog=2602971&amp;post=36&amp;subd=penamuslim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penamuslim.wordpress.com/2008/03/18/hati-hati-dengan-tarif-nol-koma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eb1a3510ae32bbc449f795a6101f1ac1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mr.USE</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
